6 April 2014

Boikot pemilihan DPR & Pilpres

Wai seluruh rakyat bangsa “Malanesia” West papua. Dari Sorong sampai Samarai, saat ini telah diadakan Kampanye-kampanye dari berbagai partai politik NKRI atau pesta demokrai oleh negara Colonialisme NKRI. Maka kami jangan tertipulah dengan sebatang rokok atau sebungkus nasi oleh mereka para politikus-politikus yang sudah telah teradopsi oleh negara collonialis NKRI.
Jika mereka menjadi DPRD, DPRP bhakan DPR RI, maka tidak mungkin mereka mensejatrakan rakyat. Namun lagi pula jangan tertipu oleh janji-janji palsu yang mereka utarakan sejak kampanye, karena itu semua adalah, hanya kepentingan pribadi mereka sendiri selama 5 (lima) tahun mereka menjabat jabatannya. Sehingga lebih baik rakyat tidak boleh mengikuti pesta demokrasi dan menjadi pemilih dalam pesta demokrasi tersebut.

Ingat bhawa pengalaman demi pengalam kita sering lalui di tahun-tahun yang telah berlalu. Apa kah? DPR-DPR yang lalu perna mensejatrakan Rakyat, atau dalam Jajahan atau penindasan NKRI terhadap kami bangsa west papua ini, seorang DPR yang perna berani membelah kami demi kemanusiaannya? Tidak malah kami semakin hari kami di tindas oleh Negara Collonial, hingga memberantas kekayaan Alam kami.

Lagi pula dengan kebersamaannya DPR bersama Pemerintah NKRI selalu memperpanjangkan sejara penjajaan dan penindasan di Negeri kami West Papua.

Mari kalangan Rakyat tertindas sorong sampai samari. (Boikot saja Pemilihan LEGISLATIF Tangal 9 April).
Pemilu Klonial NKRI di papua Barat, pemekaran Provinsi dan kabupaten kota bukan jawaban, Pemilihan Persiden NKRI bukan pula Menjawab keinginan Rakyat semua ini hanyalah menghipnotis Rakyat Papua Barat,
Solusi bagi bangsa Papua adalah Hak Pentuan Nasib Sendiri (SELF DETERMINATION ) melalui mekanisme yg demokratis yg berlaku di muka bumu yaitu REFERENMUM untuk menjawab keiginan dan cita-cita leluhur bangsa papua barat sebelum indonesia ada di bumi cendrawasih yaitu Merdeka secara politik sesuai dengan semagat deklarasi deklonisasi 1514, bahwa semua wilayah yang belum berpemerintahan harus memeberikan kebebasan kepada masyarakat pribumi untuk membentuk pemerintahan sendiri dan menentukan nasib sendiri termasuk Bangsa Papua Barat. 

( write Step. P)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar