29 Maret 2014

DISKUSI LEPAS SELURU ANGGOTA PANA'S

Surabaya 28/03/201, Arek-arek Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPADODE) kota study surabaya atau Pana’s telah diadakan Diskusi lepas, tempatnya di Wisma Pana’s (WP) Manyar sambungan surabaya, mulainya jam 17.00 WT sampai finisnya 18.29 WT. Dengan topiknya; “MENGAPA DAN KENAPA SAYA JADI ANAK PANA’S”.

Diskusi lepas ini, telah di pandu oleh Kordinator Biro Pendidikan IPMANAPADODE yaitu Bung Step Pigai. Namun dalam diskusi tersebut, ini pulah telah dihadiri seluruh anggota-anggota IPMANAPADODE atau Pana’s.
Dalam diskusi ini pulah, seluruh anggota wajib untuk memberikan atau memasukan ide-idenya atau pengalaman yang mereka pelajari dalam lingkup IPMANAPADODE atau Pana’s. 
 
Sumbangan hasil ide-ide atau pengalam yang di pelajari seketika bergabung dalam lingkup IPMANAPADODE atau Pana’s oleh seluruh Peserta Anggota IPMANAPADODE atau Pana’s tersebut yaitu ada bebebara poin atau idenya.
  • Saya adalah Mee bukan di pilah-pilahkan oleh ketika kabupaten tersebut yaitu; paniai, Deiyai dan Dogiyai.
  • lagi pula terbentuk karakter atau sifat dan jiwa-jiwa orang Mee, itu seketika aku tibah di surabaya namun bergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai Dan Deiyai (IPMANAPADODE) atau Pana’s kota study Surabaya.
  • Ada pula yang berupa pertanyaan seperti; mengapa saya bergabung dalam Organisasi IPMANAPADODE atau Pana’s..? Karena saya adalah Suku Mee. Namun organisasi IPMANAPADODE atau Pana’s sebagai Jati diri saya, dan pula tempat Penambahan cara berorganisi, dan pembelajaran penambahan wawasan, etika, moral bhakan Dll.
  • Lagi pula ada kekritikan atau sarannya dari anggota peserta diskusi dengan bunyinya. “Saya mengenal kamu karena uang merah ada”. Maka pertanyaan buat kita bhawa; Dimana jati diri mu sebagai Suku Mee? Apakah anda sebagai Suku Mee KTP kah atau? Karena aku mengenali dan melihat waja-waja anda jika disaat-saat Pemerintah Daerah datang membawah Bantuan dana Tugas akhir (TA) dan pemondokan. Dan selama Pemerintah Daerah tidak datang aku pun, tidak pernah melihat waja-waja yang biasanya hadir jika uang merah atau Pemda datang. Maka sarannya, perlu ada kesadaran bhawa aku adalah Suku Mee, namun aku di surabaya ini diorganisir atau berada di bawah Payung IPMANAPADODE atau biasa dikatan Pana’s.
Kesimpulannya: “Mengapa saya jadi anak Pana’s, karena aku sebagai “suku Mee”. Dan kenapa saya jadi anak Pana’s, karena Aku di organisir di bawah payung IPMANAPADODE atau pana’s, namaun disitulah tempat pembelajaran dan tempat terdidik karakter wawasan dan tempat saling melengkapi atau mempelajari kreaktif-kreaktif antara kami sesama angota dalam lingkup IPMANAPADODE atau Pana’s”.

                                                                                                      Wisma pana’s 29/03/14
 
                                                                                              Write By: Makituma Step Pigai

26 Maret 2014

Beny Wenda Seruhkan Boikot Pemilu Di Papua

London, KNPBnews – Seruan berikut dikeluarkan oleh pemimpin Papua Merdeka, Benny Wenda di London  agar rakyat West Papua memboikot pemilu kolonial Indonesia di Papua. Sumber resmi situs www.freewestpapua.org.
KAMI TIDAK AKAN MEMILIH !
Pada tahun 2014 Republik Indonesia akan mencoba untuk mengadakan pemilihan di Papua Barat. Kami masyarakat Papua menolak untuk memilih di pemilu ini. Mengapa ?

Hari ini secara ilegal Papua Barat diduduki oleh Indonesia. Kami memiliki hak untuk kemerdekaan. Kami akan memberikan suara dalam referendum yang benar pada penentuan nasib sendiri. Tapi kami tidak akan memilih dalam pemilu disaat pendudukan brutal di Indonesia diatas tanah kami terus berlangsung.
Pada tahun 1963 Indonesia menginvasi negara kita dan rakyat kita diteror. Selama lebih dari 50 tahun Indonesia telah menyiksa dan membunuh kami. Militer Indonesia telah menewaskan lebih dari 500.000 Papua pria, wanita dan anak-anak. Selama lebih dari 50 tahun Kami telah mati untuk kebebas kita.
Pada tahun 1969, Indonesia mengancam 1024 dari tetua suku kami dengan penyiksaan dan kematian jika mereka tidak mengatakan mereka ingin Papua Barat menjadi bagian dari Indonesia. Kekuasaan Indonesia atas Papua Barat semata-mata didasarkan pada iven ini – persetujuan takut kurang dari 1% dari populasi orang dewasa. Indonesia tidak memiliki hak untuk berada di Papua Barat. Indonesia tidak memiliki hak untuk mengadakan pemilihan apapun di tanah kami.

Saya menyeruhkan untuk masyarakat saya di seluruh pelosok, dari pantai ke gunung, dari pulau ke pulau. Mari kita tetap kuat dan bersatu. Jangan memilih!
Saya meminta semua Organisasi politik Papua untuk berbicara dengan orang-orang kami dan memberitahu mereka kebenaran. Jangan biarkan mereka ditipu Indonesia.
Saudari terkasih dan saudara-saudara, orang tua saya tercinta,  dunia sedang berdiri untuk air mata dan penderitaan kita. Anggota-anggota Parlemen di seluruh dunia sedang melobi Pemerintah mereka untuk menghormati hak kami untuk menentukan nasib sendiri.

Saya dan orang-orang Papua Barat terus menyeruhkan bagi masyarakat internasional untuk kebebasan dan keadilan. Kami adalah orang-orang yang damai. Kami memiliki martabat dan hak untuk hidup. Berapa banyak dari kita harus dibunuh sebelum anda akan bertindak?
Silahkan mendengar seruan kami :
i) Papua Barat secara ilegal diduduki oleh Indonesia: Indonesia Segera kami meminta untuk meninggalkan tanah kami;

ii) Kami meminta PBB untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk menggantikan militer Indonesia di Papua Barat;

iii) Kami meminta masyarakat internasional, dan terutama Amerika Serikat dan Belanda yang keduanya memainkan bagian penting dalam Membiarkan pendudukan Indonesia, bertindak untuk mengembalikan kebebasan kami dan menghormati hak-hak kami sebagai manusia, termasuk hak-hak kami untuk sumber daya alam. Kami adalah orang-orang yang harus anda berurusan dengan kami, bukan pemerintah dan militer Indonesia.

iv ) Kami meminta PBB untuk mengadakan referendum sejati antara masyarakat Papua dan biarkan kami memutuskan untuk sekali dan selamanya apakah kami menginginkan kebebasan atau pemerintahan Indonesia.

Kami, orang-orang Papua, memiliki hak untuk kebebasan. Kami adalah koloni Belanda. Kami memiliki hak untuk merdeka dari Belanda. Tapi itu tidak terjadi. Satu juta masyarakat adat di Netherland New Guinea apakah ditukar seperti manik-manik oleh Amerika Serikat sebagai imbalan atas dukungan dan akses ke kekayaan besar kami tentang sumber daya alam Indonesia. PBB memberi Indonesia dan mengkhianati kami dan Tanggung Jawab atas kemerdekaan kami. Kami masih menunggu untuk menggunakan hak kami untuk menentukan nasib sendiri.
Jika Anda ingin orang-orang Papua untuk memilih – berikan kami referendum pada kebebasan kami.
Kemudian kita akan memilih !

Benny Wenda
Pemimpin Kemerdekaan Papua Barat Kemerdekaan dari pengasingan Inggri
 
http://knpbnews.com/

TANAH ADALAH IBU/MAMA ''MAKIKO AKUKAI''



TANAH ADALAH IBU/MAMA ''MAKIKO AKUKAI''

Sepanjang Jalan Raya antara wakeitei I (satu) sampai dengan wakeitei II (dua) bhakan, sampai perempatan jalan Doutou Dagi “ Itaa keboo” sampai Kali Unuu peuu, sepanjan jalan Loronang Bawah wakeitei II (dua) ini, telah di jual Lokasi  atau Tanah, oleh Para orang tua kami “Meeiboudo”  kepada para pendatang “Iyoo Woyaa”.  Maka sekarang Pendatang “Iyoowoya” telah menguasaan sepanjang jalan tersebut, hingga membangunkan rumah-rumah mewah kios bhakan kios obral. 

Hal tersebut ini saya sangat kagum melihatnya, namun perna saja saya terbayang bhawa; “ jangan sampai hal tersebut ini bisa terjadi seperti di jawa. Semacam, yang mempunyai lokasi atau tanah ini karena sudah menjual habis maka, tinggal dan hidupnya dibawah kolom jembatan bhakan kehidupnya pun berantakan”.  Seperti demikian pula bisa terjadi juga di Meuwoodide, karena Lokasi atau Tanah Leluhur kami itu baik, tempat keramat “Daa Okogoo” bhakan tempat-tempat bersejara “Kabo Makii” itu pun telah di jual bhakan akan di jual oleh para orang Tua kami “Meeiboudo” kepada para Pendatang “Iyoowoyaa”.

Maka kehidupan kedepan bagi kami bhakan Generasi penerusnya, akan hidupnya terkocar-kacir bhakan hidup menderita, karena para orang tua kami telah menjual tanah yang telah tempat tingalnya para penghuni “meeipuwee” atau tempat-tempat tingalnya berbagai penghuni-penghuni “Ee Eniyaa Tee Eniyaa h daa”. Maka dengan telah terjualnya Lokasi atau tanah tersebutnya, sehingga tempat tingga atau sebagai rumah para penghuni “Ipuwee” telah di bangun rumah-rumah mewah, kios, toko bhkan bangunan-bangunan lain, sehingga tiada lagi tempat lagi untuk para penghuni “Ipuwee” tinggal maka, dengan tidak sengaja mereka pun bisa mengancam kami dengan hal-hal yang membahayakan dan menghilangkan nyawa kami. Karena Penghuni atau “inii Ipuwee” itu sebagai penopang atau penolong dalam berbagai percobaa yaitu; Percobaan yang sangat tak dapat bisa di atasi maupun yang bisa di atasi. Jika kalau kita pun melindungi Penghuni kita atau “ Inii Ipuwee” maka ia pun dapat melindungi Nya.

                                                                                                                     
Senin Tgl 24/03/14     

                                                                                                              By: Step Makituma P      

25 Maret 2014

Masalah Itu Teman Hidup Maka sederhanakanlah

santai foto dok step

Kesederhanaan adalah suatu kondisi dimana kita mampu memprioritaskan sesuatu sesuai dengan proporsinya. Sederhana itu simple dan tidak rumit. Sederhana itu suatu kemudahan atau membuat sesuatu yang rumit menjadi hal mudah. Tentu sederhana itu mudah dipahami, mudah. Namun tetap masih memiliki nilai-nilai arti atau makna yang tinggi atau berbobot.

Menyederhanakan sesuatu itu bukan menggampangkan sesuatu. Begitu juga didalam kehidupan ini. Banyak sekali masalah yang datang dan menghampiri kita selama hidup didunia ini. Masalah yang datang pun beragam, ada masalah sepele sampai masalah yang bertubi-tubi dan rumit untuk diselesaikan. 

Terkadang masalah membuat orang kehilangan kendali, sebagian mereka tidak mampu mengendalikan emosi yang melanda dirinya. Maka sangat mungkin untuk terjadi depresi atau stress karena otak tertutup emosi negatif dan sehingga otak tidak mampu menerima rangsangan dari luar (permasalahan hidup). Sebagai hasilnya, seseorang tidak dapat berfikir secara logis. Tentu ini akan sangat merugikan diri sendiri bahkan orang lain yang ada disekitarnya.

Dengan adanya realita seperti ini, pola pandang hidup dengan berbasis kesederhanaan inilah sangat diperlukan. Setiap manusia yang sedang dan akan menghadapi masalah harus mampu bersikap proporsional dalam menghadapi permasalahan hidupnya. Dalam artian mereka tidak terbelenggu oleh hal-hal negative yang mungkin akan mempengaruhi kejiwaan mereka. Proporsi manusia itu terbatas, mereka hanya mampu berfikir jernih dalam keadaan yang santai, dan rilek. Ketika seseorang menghadapi masalah yang berat dalam hidupnya, dia cenderung stress dan emosi akan bereaksi. Bisa dalam bentuk kemarahan, kesedihan, keputusasaan, kebingungan dll. 

Perasaan-perasaan seperti ini jika melambung maka akan merdeka sehingga menyelimuti jiwa seseorang maka. Dia tidak akan mampu berkonsentrasi dan berfikir rasional. Tentu saja hal ini menjadi faktor penghambat dalam penyelesaian masalah. Untuk mendapatkan pemecahan masalah yang tepat, seseorang harus bersikap tenang dan santai.

___Pencerahan___


                                                                            By: Step M Pigai


21 Maret 2014

DUDUK DI EMAOWAA

DUDUK DI EMAOWAA

Ketika malam itu, Aku duduk bersama keluarga besar Orang-Orang tuaku “Meiboudo” di Emaowaa gereja khatolik “KUYOBII” muyekebo yaitu kampung halam ku.

Sambil duduk-duduk di emaowaa pada malam hari itu, pun di nasehati oleh Orang-Orang Tuaku “meiboudoo”, sehingga tertuturlah Air Mataku namun membasahi kedua pelipi, jika kerena nasehat yang sangat menyentu pada hati ku yaitu; Hai anak ku anda sekarang bisa melihat generasi sesaat Bapak mu, apakah ada bapak-bapak mu ada yang bernama atau pejabat,“tonawi”? Dan apa kah, Bapak-Bapak mu ini ada yang sudah menyelesaikan study di jenjang perguruan tinggi. Maka anak ku, pasti itu semua karena rencana Tuhan namun semua bisa terjadi begini.

Namun sekarang bapak-bapak mu sangat banga karena kini terbuka jalan studynya buat anak-anak kami dalam tingkat study, maupun lain-lainnya. Sehingga anak-anak sekarang bisa pergi menerimah Ilmu di jauh Rantauan Orang namun pulang pasti akan menjadi Tuan-Tuan di negeri Kampung halamannya seperti pepata mengatakan “pergilah dengan membawah noken yang kosong ini namun pulanglah dengan noken yang berada isinya”. Karena Alam Papua Alam Dogiyai bhakan terlebih khusus Kampung Muyekebo atau Dudiduai sangat membutukan tenaga mu.

Nasehat-Nasehat yang di beritahukan oleh para orang tua ku ini sangat memotifasikan buat aku dan kita semua yang akan membacakan sebuah tulisan yang sangat sederhana ini, karena tulisan sederhana ini atau nasehat ini mengajak kita untuk berjuang terus merubahkan Alam, bhakan Negeri West papua ini dari berbagai hal-hal Negatif. Sehingga kita mewujudkan ketentraman dalam lingkup diri anda masing-masing, lingkup keluarga, lingkup lingkunggan, lingkup kampung, lingkup daerah bhakan di seluruh Alam west papua.

---------salam nasehat dari orang tua--------

                                                  Oleh: Step Pigai